Agen Bola Online – Menerawang Masa Depan Swedia setelah Move on dari Ibrahimovic

Agen Bola Online – Menerawang Masa Depan Swedia setelah Move on dari Ibrahimovic

Agen Bola Online - Menerawang Masa Depan Swedia setelah Move on dari Ibrahimovic

Judi Bola Online , Jakarta – Sepakbola Swedia begitu identik dengan Zlatan Ibrahimovic. Kali ini, tanpa nama itu di skuat mereka di Piala Dunia 2018, sejauh mana negara ini melangkah di level atas.

Malam ini, Selasa (3/7), di Saint Petersburg, mereka akan bertarung melawan Swiss untuk memperebutkan tiket perempatfinal. Bagi Swedia, jika mampu meraihnya, itu akan menjadi pencapaian tertinggi mereka di Piala Dunia sejak menjadi semifinalis di tahun 1994.

Bisa lolos ke Rusia pun sebenarnya sudah menghilangkan dahaga rakyatnya. Sebab, Swedia tidak lolos di dua Piala Dunia terakhir (2010 & 2014). Dan mereka melakukannya tanpa sesosok pemain yang amat dominan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Selama 15 tahun lamanya Ibrahimovic membela pasukan “Kuning Biru”. Memainkan 116 pertandingan, ia mengoleksi 62 gol dan menjadi pemain tersubur Swedia sepanjang masa. Produktivitasnya jauh di atas dua penyerang legendaris Swedia yang lain, Gunnar Nordahl (43) dan Henrik Larsson (37).

Baca Juga : Agen Bola Online – Joachim Loew Tetap Latih Timnas Jerman

Ibrahimovic melakoni pertandingan internasionalnya di tahun 2001, tapi mulai “mencengkram” timnas Swedia di Piala Eropa 2004. Ia mencetak dua gol, satu kali menjadi man of the match, dan golnya ke gawang Italia di fase grup terpilih sebagai gol terbaik turnamen.

Itulah pencapaian terbaik Ibrahimovic bersama Swedia. Sama seperti nirgelar Liga Champions, Ibrahimovic tak pernah membawa Swedia melebihi babak delapan besar di turnamen besar, dari delapan edisi yang ia lakoni.

Di Piala Dunia 2002, ia baru berumur 20 tahun, hanya diturunkan selama 20 menit dalam dua pertandingan, dan tidak mencetak gol.

Setelah gemilang di Piala Eropa 2004, pemain berdarah Bosnia-Kroasia itu mandul di Piala Dunia 2006, dan Swedia kandas di babak 16 besar di tangan Jerman.

Setelah itu Swedia tidak lolos Piala Dunia (2010, 2014), dan selalu masuk kotak di fase grup tiga Piala Eropa berikutnya (2008, 2012, 2016). Ibrahimovic menyatakan pensiun dari kancah internasional seusai Swedia dikalahkan Belgia 0-1 di Euro 2016.

Kini, setelah era Ibrahimovic berakhir, Swedia memulai sesuatu yang baru dan mereka bisa kembali tampil di Piala Dunia. Pasukan pelatih Janne Andersson bahkan memuncaki klasemen Grup F, di atas Meksiko, Korea Selatan, dan juara bertahan Jerman.

Dikomandoi bek berusia 33 tahun, Andreas Granqvist, Swedia dihuni oleh pemain yang usia rata-ratanya 27,9 tahun. Sebastian Larsson, Martin Olsson, dan Marcus Berg hanya sedikit nama yang masih familiar di telinga fans saat ini. Namun, sebagaimana umumnya negara-negara Skandinavia, mereka lebih mengutamakan kerjasama tim (team work) daripada individu-individu – kecuali Ibrahimovic!

Menghadapi Swiss nanti, secara hitung-hitungan di atas kertas kemampuan kedua kesebelasan relatif berimbang. Itu artinya Swedia punya harapan untuk melangkah lebih tinggi lagi … meskipun tanpa seorang pemain bernama depan Zlatan.