Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Chelsea di Th. 2015 : Manis di Paruh Awal, Pahit di Akhir

Chelsea di Th. 2015 : Manis di Paruh Awal, Pahit di Akhir

Chelsea di Th. 2015 : Manis di Paruh Awal, Pahit di Akhir

Agen Judi Bola, Jakarta – Chelsea menyelesaikan paruh th. 2015 dengan jadi kampiun Premier League. Paruh ke-2 jalan kontras beberapa hingga Jose Mourinho juga kehilangan pekerjaan.

Melalui ketekunan impresif, Chelsea sukses memenangkan Premier League 2014-15. Pada pertandingan pertama liga di 2015, Chelsea memanglah pernah kalah 3-5 dari Tottenham Hotspur. Namun hasil ini, ditambah satu kekalahan lain atas West Bromwich Albion pada th. itu, tak meredam laju ‘Si Biru’.

Diakhir musim, The Blues mencapai 87 poin karena 26 kemenangan, sembilan hasil seri, serta tiga kekalahan. Chelsea mempunyai rekor pertahanan paling baik dengan kebobolan 32 gol saja dari 38 kompetisi serta jumlah kekalahan paling sedikit diantara 19 tim lain di bawahnya.

Waktu Premier League habis di bln. Mei, Stamford Bridge juga berpesta juara ; titel Divisi Pertama/Premier League nomer lima untuk Chelsea serta yang ketiga buat Mourinho. Gelar ini melengkapi Piala Liga Inggris yang direngkuh pada bln. Maret th. 2015.

Masuk musim 2015-16, kondisi sangat tidak sama ada. Sesudah berimbang dengan Swansea City serta tunduk 0-3 di markas Manchester City, yang jadi rival paling dekatnya musim lantas, Chelsea baru dapat menang di partai minggu 3 Premier League–itu juga dengan score tidak tebal 3-2 atas West Bromwich Albion.

S/d partai terakhirnya di th. 2015, selesai melakukan 19 kompetisi liga, Chelsea bahkan juga mesti bergelut di posisi 14 dengan 20 poin yang hanya berjarak tiga angka dari zona merah. Chelsea baru dapat mencapai lima kemenangan, lima hasil seri, serta sembilan kekalahan. Kemenangan-kemenangan ini bahkan juga mereka capai sebulan sekali ; semasing di bln. Agustus, September, Oktober, November, serta Desember.

Lara di liga ini memberikan kegagalan menjaga gelar juara di Piala Liga Inggris, sesudah dipaksa berkemas sedari babak ke empat pada akhir Oktober.

” Kita mengulas perihal suatu tim yang pada awal mulanya ada di puncak (liga) serta lalu hampir ada dibawah klassemen. Saya betul-betul tidak tahu apa yang telah berlangsung, ” kata Thierry Henry, bekas penyerang Arsenal yang saat ini jadi analis Sky Sports.

” Beberapa pemain mesti terasa bertanggungjawab atas kondisi ini. Saya berharap mereka terasa begitu–kalau Anda memanglah seseorang yang mempunyai ambisi serta menyukai club Anda. Lepas dari situasinya, pada satu titik kehormatan mereka harusnya terganggu serta tak demikian kenyataannya pada sebagian besar musim itu. ”

” Masih tetap terdapat beberapa saat buat Chelsea, namun sangatlah susah untuk menuturkan apa yang telah berlangsung di club itu. Kita seluruhnya telah memerhatikan kisahnya, namun kita tidak tahu apa yang berlangsung di ruangan ubah. Pergantian secepat-cepatnya mesti diawali dari sana, ” katanya menilainya.

Mourinho sendiri telah tidak lagi mengatasi Chelsea. Biarpun baru di tandatangani perpanjangan kontrak bln. Agustus lantas, peracik taktik asal Portugal ini dilepaskan Chelsea pada pertengahan Desember itu untuk digantikan Guus Hiddink juga sebagai manajer sesaat. Mourinho kehilangan pekerjaan di th. yang sama sesudah sebagian bln. pada awal mulanya mengantar Chelsea memenangkan Premier League dengan relatif mulus.

Baca Juga : Presiden Napoli Merencanakan Datangkan Dua Pemain Baru Januari Kelak

” Saya bersimpati untuk Mourinho. Beberapa pemain-lah yang mempunyai fungsi besar untuk dimainkan. Anda tidak bisa memberhentikan semua tim, jadi untuk menyebabkan suatu hal (pergantian) manajernya yang perlu dilepaskan. Mourinho tetap masih manajer paling baik dalam histori Chelsea serta sepakbola, ” sebut Henry.

Dengan th. 2015 selekasnya selesai Chelsea saat ini pasti mau selekasnya memandang ke depan untuk lakukan perbaikan tampilan serta hasil, serta move on dari suka-duka th. 2015–manis di paruh awal, pahit di paruh akhir.